Kamis, 31 Oktober 2013

Jaringan Komputer ( Pengantar Telematika )




1.      Perkembangan Jaringan Komputer
a.      Kabel
Ditahun 1950-an ketika jenis komputer mulai membesar sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer mesti melayani beberapa terminal (lihat Gambar 1) Untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System), maka untuk pertama kali bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah host komputer. Dalam proses TSS mulai nampak perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri.

Memasuki tahun 1970-an, setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Seperti pada Gambar 2, dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dala proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal- terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.


Selanjutnya ketika harga-harga komputer kecil sudah mulai menurun dan konsep proses distribusi sudah matang, maka penggunaan komputer dan jaringannya sudah mulai beragam dari mulai menangani proses bersama maupun komunikasi antar komputer (Peer to Peer System) saja tanpa melalui komputer pusat. Untuk itu mulailah berkembang teknologi jaringan lokal yang dikenal dengan sebutan LAN. Demikian pula ketika Internet mulai diperkenalkan, maka sebagian besar LAN yang berdiri sendiri mulai berhubungan dan terbentuklah jaringan raksasa WAN. Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.


b.      Wireless
Perkembangan Teknologi Jaringan Wireless

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhcMEdYUB906TA6utGO8xKZy14X9QCrdjbThzMQXvn1kKQXd-60dw-Fl4L0igAE1m52Au3KR67lAIraDF66UZaBzYtx2AHgRYEL7QwF5nEDAPOScU2pZEGrk0WVLgCBFwhK6acFqyur3KQ3/s200/060809_wimax.gif
Algoritma penjadualan (scheduling algorithm). Dengan metode akses kompetisi, maka layanan seperti Voice over IP atau IPTV yang tergantung kepada Kualitas Layanan (Quality of Service) yang stabil menjadi kurang baik. Sedangkan pada WiMax, dimana digunakan algoritma penjadualan, maka bila setelah sebuah terminal mendapat garansi untuk memperoleh sejumlah sumber daya (seperti timeslot), maka jaringan nirkabel akan terus memberikan sumber daya ini selama terminal membutuhkannya. Standar WiMax pada awalnya dirancang untuk rentang frekuensi 10 s.d. 66 GHz. 802.16a, diperbaharui pada 2004 menjadi 802.16-2004 (dikenal juga dengan 802.16d) menambahkan rentang frekuensi 2 s.d. 11 GHz dalam spesifikasi. 802.16d dikenal juga dengan fixed WiMax, diperbaharui lagi menjadi 802.16e pada tahun 2005 (yang dikenal dengan mobile WiMax) dan menggunakan orthogonal frequency-division multiplexing (OFDM) yang lebih memiliki skalabilitas dibandingkan dengan standar 802.16d yang menggunakan OFDM 256 sub-carriers.

Penggunaan OFDM yang baru ini memberikan keuntungan dalam hal cakupang, instalasi, konsumsi daya, penggunaan frekuensi dan efisiensi pita frekuensi. WiMax yang menggunakan standar 802.16e memiliki kemampuan hand over atau hand off, sebagaimana layaknya pada komunikasi selular. Banyaknya institusi yang tertarik atas standar 802.16d dan .16e karena standar ini menggunakan frekuensi yang lebih rendah sehingga lebih baik terhadap redaman dan dengan demikian memiliki daya penetrasi yang lebih baik di dalam gedung. Pada saat ini, sudah ada jaringan yang secara komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162. Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus.

Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal mulijalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n. Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS. Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless. komersial menggunakan perangkat WiMax bersertifikasi sesuai dengan standar 802.162.

Spesifikasi WiMax membawa perbaikan atas keterbatasan-keterbatasan standar WiFi dengan memberikan lebar pita yang lebih besar dan enkripsi yang lebih bagus. Standar WiMax memberikan koneksi tanpa memerlukan Line of Sight (LOS) dalam situasi tertentu. Propagasi Non LOS memerlukan standar .16d atau revisi 16.e, karena diperlukan frekuensi yang lebih rendah. Juga, perlu digunakan sinyal mulijalur (multi-path signals), sebagaimana standar 802.16n. Selain itu, dapat melayani baik para pengguna dengan antena tetap (fixed wireless) misalnya di gedung-gedung perkantoran, rumah tinggal, toko-toko, dan sebagainya, maupun yang sering berpindah-pindah tempat atau perangkat mobile lainnya. Mereka bisa merasakan nikmatnya ber-Internet broadband lewat media ini. Sementara range spektrum frekuensi yang tergolong lebar, maka para pengguna tetap dapat terkoneksi dengan BTS selama mereka berada dalam range frekuensi operasi dari BTS.

Sistem kerja MAC-nya (Media Access Control) yang ada pada Data Link Layer adalah connection oriented, sehingga memungkinkan penggunanya melakukan komunikasi berbentuk video dan suara. Siapa yang tidak mau, ber-Internet murah, mudah, dan nyaman dengan kualitas broadband tanpa harus repot-repot. Anda tinggal memasang PCI card yang kompatibel dengan standar WiMAX, atau tinggal membeli PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) yang telah mendukung komunikasi dengan WiMAX. Atau mungkin Anda tinggal membeli antena portabel dengan interface ethernet yang bisa dibawa ke mana-mana untuk mendapatkan koneksi Internet dari BTS untuk fixed wireless.


2.      Keuntungan dan Kerugian Jaringan

a.      Peer to Peer
ü  Keuntungan
·         Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
·         Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
·          Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.

ü  Kerugian
·         Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
·         Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client- server, karena setiap komputer/peer isamping harus mengelola emakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
·         Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur masing-masing fasilitas yang dimiliki.
·         Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing- masing komputer tersebut.

b.      Client - Server
ü  Keuntungan Client-Server
·         Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
·         Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
·         Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit.
·         Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.


ü  Kerugian
·         Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload.
·         Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
·         Kelangsungan jaringan bergantung pada server, bila jaringan pada server terganggu, maka semua akan ikut terganggu.

Contoh :
a.      Cleint – Server
a). File Server : memberikan layanan fungsi pengelolaan file.
b). Print Server : memberikan layanan fungsi pencetakan.
c). Database Server : proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.
d). DIP (Document Information Processing): memberikan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen, dan pengambilan data.
b.      Peer to Peer
a)      Sharing file antar computer : memungkinkan setiap computer dapat bertukar dokumen tanpa ada perlakukan special ( seperti server ) pada salah satu computer ini.

3.      Perkembangan jaringan nirkabel atau wireless yang meliputi aplikasi, hardware dan system operasi harus selaras dengan perkembangan teknologi informasi dari jaman ke jaman. Dari segi tipe wireless dan speed-nya dapat dibedakan menjadi beberapa standar, yaitu :


a.      802.11
Sayangnya, 802.11 hanya mendukung kecepatan bandwidth jaringan maksimum 2 Mbps – terlalu lambat untuk sebagian besar aplikasi. Untuk alasan ini, dengan itu produk 802.11 jenis ini tidak lagi diproduksi.

b.      802.11a
Standar wireless network dengan maksimum data transfer rate 54 Mbps dan bekerja pada frekuensi 5 GHz. Karena 802.11a dan 802.11b menggunakan frekuensi yang berbeda, kedua teknologi tidak kompatibel satu sama lain.

ü  Kelebihan 802.11a : kecepatan maksimum atau terbilang cepat, frekuensi yang diatur untuk mencegah interferensi sinyal dari perangkat lain.
ü  Kekurangan 802.11.a : harga mahal; jangkauan sinyal lebih pendek dan lebih mudah terhambat.

c.       802.11b
802.11b menggunakan frekuensi radio di 2,4 GHz sebagai standar 802.11 yang asli dan mempunyai  maksimum data transfer rate 11 Mbps. Vendor sering lebih suka menggunakan frekuensi ini untuk menurunkan biaya produksi mereka.

ü  Kelebihan 802.11b : harga murah; jangkauan sinyal yang baik dan tidak mudah terhalang.
ü  Kekurangan 802.11.b : kecepatan maksimum paling lambat

d.      802.11g
Di tahun 2002 dan 2003, Produk wireless sudah mulai support standar wireless 802.11g.  Standar wireless network dengan maksimum data transfer rate 54 Mbps dan bekerja pada frekuensi 2,4 GHz.  802.11g menggabungkan teknologi 802.11a dan 802.11b, 802.11g kompatibel dengan 802.11b, yang berarti jalur akses 802.11g bekerja dengan perangkat jaringan nirkabel 802.11b dan sebaliknya.

ü  Kelebihan 802.11.g : kecepatan maksimum atau terbilang cepat, frekuensi yang diatur untuk mencegah interferensi sinyal dari perangkat lain.
ü  Kekurangan 802.11.g : harga lebih mahal dari perangkat wireless 802.11b.

e.       802.11n
Standar IEEE terbaru dalam kategori Wi-Fi adalah 802.11n. Ini dirancang untuk memperbaiki 802.11g dalam meningkatkan kecepatan bandwidth yang didukung dengan memanfaatkan beberapa sinyal nirkabel dan antena (disebut teknologi MIMO). Ketika standar ini selesai, koneksi 802.11n mendukung kecepatan data lebih dari 100 Mbps. 802.11n juga menawarkan jangkauan yang lebih baik karena intensitas sinyal yang meningkat.

ü  Kelebihan 802.11n : kecepatan tercepat dan jangkauan sinyal terbaik, lebih tahan terhadap gangguan sinyal dari perangkat lain.
ü  Kekurangan 802.11n : Harga lebih mahal, 802.11n menggunakan beberapa sinyal yang mungkin mengganggu 802.11b terdekat / jaringan berbasis g.

Begitu pesat perkembangan teknologi wireless dari jaman ke jaman yang didorong oleh kebutuhan konsumen yang membutuhkan akses cepat untuk menggunakan telematika, sehingga para produsen hardware-pun mau tidak mau harus membuat berbagai perangkat untuk menunjang kebutuhan konsumen tersebut seiring pula dengan perkembangan jaringan nirkabel.
Mungkin bagi banyak orang sudah familiar dengan teknologi jaringan nirkabel di perangkat yang digunakan baik jaringan wi-fi maupun jaringan gsm, namun baru ini sudah muncul teknologi baru yang dinamakan Li-Fi ( lighting Fidelity ). Apa itu Li-Fi ?, jadi Li-Fi itu merupakan jaringan nirkable yang berbasis cahaya. Mungkin selama ini kita kenal wi-fi yang menggunakan frekuensi untuk transmisi data, sekarang dengan Li-Fi kita dapat bertukar data menggunakan cahaya. Namun teknologi ini belum bisa kita nikmati karena masih proses pengembangan di lab. Jadi mari kita tunggu launching dari teknologi Li-Fi ini yang di klaim dapat memindahkan data dalam kecepatan hingga 150Mbps, bahkan akan dikembangkan lagi hingga memiliki kecepatan 1 gigabit per second.

Sumber : www.google.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar